Karena Chasby, Panen Raya Melimpah Petani Ungkapkan Rasa Syukur INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Karena Chasby, Panen Raya Melimpah Petani Ungkapkan Rasa Syukur

Karena Chasby, Panen Raya Melimpah Petani Ungkapkan Rasa Syukur

Ditulis Oleh redaksi Rabu, 16 Oktober 2013 | 14.33

Tanpak hasil panen di desa Kateguhan - Tawangsari melimpah sangat jauh dengan  hasil panen sebelumnya, sehinga para petani ungkapkan rasa syukur [Jak] 
SUKOHARJO - INDEPNEWS.Com : Tiada kata yang lebih pantas diungkapkan selain rasa syukur setelah melihat hasil panennya begitu melimpah yang rata-rata bisa mencapai 10 hingga 12 ton per hektar dengan padi Varietas Bayu. Hasil yang dicapai para petani di Desa Kateguhan - Tawangsari sangat jauh dengan masa panen sebelumnya.

Ungkapan rasa syukur ini diwujudkan dengan cara yang sangat sederhana yaitu dengan membuat nasi tumpeng beserta rangkaian lainnya. Semua terlihat unik dan berkesan karena diadakan pada malam hari di tengah sawah.

Terlihat para petani saat mempersiapkan syukuran [Jak] 
Dalam acara tersebut dihadiri oleh kepala desa setempat dan kepala UPTD beserta semua pengurus kelompok tani. Tidak mau ketinggalan ibu-ibu juga ikut hadir dalam acara tersebut, sehingga bisa menambah semaraknya suasana yang digelar. Semua begitu ceria tampak dari wajah mereka.

Dalam pembukaan, Sukirno SE selaku Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) menyampaikan dan menyambut gembira atas kerja keras yang dilakukan para petani dalam mengelola sawahnya hingga mencapai hasil maksimal sebagaimana yang kita harapkam bersama.

Namun Sukirno juga mengingatkan dan menghimbau kepada smua petani untuk musim ini agar tidak menanam dulu karena pada tanggal 10 Oktober 2013 masalah pengairan akan ditutup untuk sementara waktu dengan alasan pemerataan.

Dalam sambutannya Kepala Desa setempat mewakili Pemerintah juga menyampaikan hal yang sama. 

Menurut keterangan dari salah satu tokoh masyarakat setempat yang biasa disebut Mbah Ripto mengatakan bahwa syukuran semacam ini sudah 4 tahun berjalan di tempat ini, namun karena kondisi hujan yang tidak memungkinkan maka pernah sekali acara syukuran dipindahkan di rumah penduduk.

Demikian disampaikan “maaf, atas prakarsa siapa ide semacam ini dimuncunkan mbah?”

“Semua belajar dari pengalaman. Karena saya dan teman-teman melihat kondisi yang ada di lapangan terkait dengan masalah hama terutama tikus memang luar biasa ganasnya. Banyak cara telah dilakukan para peteni untuk antisipasi baik dengan gropyokan secara beramai-ramai atau dengan cara pengasapan bahkan cara yang sangat radikal sekalipun dengan memakai jenset untuk menyetrum, hasilnya tetap nihil justru malah memakan kurban manusia meninggal. Melihat kejadian dan pengalaman itulah kami mulai menyadari bahwa sesungguhnya untuk menggarap sesuatu termasuk lahan sawah ternyata kita tidak hanya bisa mengandalkan dengan kemampuan yang ada, tapi dibalik semua itu, ada kemampuan yang lebih dahsyat yang bisa menjadikan segalanya yaitu Tuhan sang pencipta jagad raya beserta isinya. Selama ini kita tak pernah menyadari itu bahkan terkadang sengaja atu tidak, kita telah melupakan kewajiban sebagai hambaNYA”. Bak seorang ustad mbah Ripto menambahkan.

“Apakah dengan melihat pengalaman itu lantas mbah Ripto dan teman-teman menggelar acara syukuran semacam ini?”

“Dari itulah acara ini bisa digelar dan alkhamdulillah hasilnya bisa maksimal seperti yang kita lihat sekarang namun terkadang kitapun pernah gagal dan itu hal yang wajar dan semua petani tak pernah menyesali kegagalan tersebut.”

“Untuk menggelar acara semacam ini dana dari mana, apakah harus memungut biaya dari stiap petani, donatur atau bagaimana?”

“Semua kelompok tani yang ada berjalan dan masing-masing kelompok punya kas yang memadai untuk mengkondisikan acara ini dan semua sepakat disamping ada dana suka rela dan dengan kesadaran, ada yang membantu berujud tenaga, makanan, serta kebutuhan lainya” tandasnya.

Desa Kateguhan merupakan Desa yang berdampingan dengan kecamatan Tawangsari. Masyarakatnya sebagian besar petani disamping pedagang dan buruh pabrik. Suasana kebersamaan tetap terjaga di masyarakat hingga sekarang.

Menurut keterangan yang disampaikan mbah Haji Samidi salah satu ketua kelompok tani yang menjadi panutan mengatakan, “untuk komoditas unggulan di Desa Kateguhan adalah padi karena luas sawah yang mencapai 157 hektar. Terdiri dari 5 kelompok tani yaitu 1. Kelompok Tani Subur  2. Kelompok Tani Sri Rejeki 3. Kelompok Tani Mulyo 4. Kelompok Tani Usaha Makmur dan 5. Kelompok Tani Ngesti Mulyo. Tahun 1979 Semua kelompok berdiri secara serentak”.

“Dengan system apa petani disini bisa mencapai hasil sebanyak ini?”

“Saya dan petani yang lain sebagian besar sudah menggunakan pupuk organik CHASBY yang dibuat dari bahan alami. Sebuah pupuk cair yang bisa digandakan jadi sangat irit dan efektif cara penggunaanya. Sebenarnya apa yang dilakukan petani di sini tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan petani di daerah lain.

Hanya perbedaanya mungkin petani disini sudah mulai sadar, dengan menggunakan pupuk organik secara teratur hasilnya akan lebih maksimal dan kami yakin dengan menggunakan pupuk organik CHASBY secara perlahan, ke depan lahan sawah akan kembali gembur dan subur sehingga bisa menyelamatkan lingkungan dari pencemaran”.

Semoga apa yang telah dicapai petani Kateguan bisa menjadikan acuan ataupun gambaran bagi petani yang lain betapa pentingnya merawat lahan sawah dengan cara yang baik dengan menggunakan pupuk organik tanpa merusak lingkungan. (Joko Suprapto) 
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved