Jusuf Kalla Humanitarian dan Perdamaian INDEPNEWS.Com
Headlines News :
Home » , , » Jusuf Kalla Humanitarian dan Perdamaian

Jusuf Kalla Humanitarian dan Perdamaian

Ditulis Oleh redaksi Senin, 21 Oktober 2013 | 17.39

Jusuf Kalla saat pertemuan "Advancing Humanitarian Action; Engaging with Rising Global Actors to Develop New Strategy, Dialogue and Partnerships, 21 October 2013, di Istanbul Turki [HA] 
TURKI - INDEPNEWS.Com : Di Turki, mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla mengatakan bahwa program kemanusiaan yang kini banyak dilakukan di berbagai daerah bencana dan konflik dengan kekerasan hendaknya dapat mendorong terciptanya perdamaian. Sebab tanpa memanfaatkan momentum tersebut, konflik dan bencana akan berkepanjangan yang sekaligus membuat aksi kemanusiaan itu sendiri tanpa ujung. 

Jusuf Kalla yang juga Ketua Palang Merah Indonesia menyampaikan pandangan tersebut saat diminta berbicara menyampaikan pengalamannya sebagai mantan pemerintah dan aktor humanitarian sebagai Ketua PMI, pada pertemuan, "Advancing Humanitarian Action; Engaging with Rising Global Actors to Develop New Strategy, Dialogue and Partnerships, 21 October 2013, di Istanbul Turki.

JK, yang baru saja menunaikan ibadah haji, sudah harus menyampaikan pengalamannya pada forum yang diikuti aktivis kemanusiaan dari berbagai belahan dunia, diantaranya; Jerman, Turki, Swiss, Kuwait, Afrika Selatan, Lebanon, Arab Saudi, Brazil, Rusia, serta badan badan PBB yang fokus pada masalah kemanusiaan seperti UNHCR.

Menurut JK, dirinya miris menyaksikan di jaringan televisi CNN, ribuan orang Syiria yang kini hidup di kamp kamp pengungsian. Meski terdapat banyak lembaga lembaga kemanusiaan yang bekerja di sana, mereka tidak berupaya memparalelkan antara pelaksanaan program bantuan kemanusiaan dengan penegakan perdamaian. Hal yang semacam inilah kata JK, akan membuat program bantuan tidak efektif dan para pengungsi akan terus terjebak dalam situasi konflik serta membutuhkan bantuan yang besar tanpa henti.

JK lalu menceritakan pengalaman Indonesia ketika menghadapi tsunami Aceh, yang meminta korban jiwa yang amat luar biasa mencapai 200 ribu jiwa orang tewas dalam sehari. Di sini dibutuhkan peran dari sebuah organisasi pemerintahan yang kuat dan mampu mengkonsolidasikan semua potensi baik dalam maupun luar negeri serta bekerja secara transparan dan akuntabel, kata Jusuf Kalla.

JK yang pada kesempatan ini  didampingi tokoh perdamaian Aceh, Hamid Awaludin, mengatakan Aceh membutuhkan bantuan kedaruratan, rehabilitasi dan rekonstruksi. 

"Tetapi rekonstruksi hanya bisa berjalan dengan baik, jika kondisi di Aceh aman atau stabil. Tanpa keamanan akan sulit bagi pemerintah Indonesia melakukan rekonstruksi," kata JK. 

Dengan argumentasi tersebut, maka menurut JK pihaknya meyakinkan semua pihak terutama kepada GAM bahwa hanya dengan jalan perdamaian tiga tahapan pemulihan kondisi di Aceh terutama rekonstruksi dapat dicapai. Dan semua pihak bisa menerima argumentasi tersebut sehingga dalam tempo 6 bulan setelah proses bantuan kedaruratan dan rehabilitasi tsunami Aceh,yakni 15 Agustus 2005,  berhasil dicapai kesepakatan Helsinki yang menandai penegakan perdamaian di Aceh 

Demikianlah kata Jusuf Kalla, sebuah program bantuan kemanusiaan dapat digunakan sebagai "alat" menegakkan perdamaian. Dan terciptanya perdamaian secara efektif dapat menghentikan program bantuan kemanusiaan. [HA]
Bagikan Berita :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

BERITA POPULER

Cari Blog Ini

 


Copyright © 2011. INDEPNEWS.Com - All Rights Reserved